Self Thought

Ingin Menambah Keran Pemasukan dengan Bisnis di Masa Krisis? Ikuti 5 Hal Penting Ini untuk Memulai Bisnismu!

Wabah COVID-19 yang berkepanjangan selama 2 tahun ini menjadi sebuah pukulan telak kepada kita dan memberikan pelajaran bahwa menjaga bisnis tetap berjalan merupakan hal yang sangat penting di samping menjaga kesehatan. Sulit memang, tapi itulah yang menjadi tantangan terbesar sekarang ini.

Pandemi ini merupakan salah satu dari banyak penyebab terjadinya krisis ekonomi saat ini. Bisa kita lihat dari banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan atau berkurangnya pendapatan dari bisnis yang dijalankan. Bahkan mungkin saja kamu sedang merasakannya saat ini.

Krisis inilah yang menjadikan kita semakin memutar otak lebih keras dalam mencari ‘keran’ penghasilan baru untuk bisa survive, dan memulai untuk menjalankan sebuah bisnis adalah salah satu langkah yang tepat dalam menjalankan peran tersebut.

Hal-hal Penting dalam Memulai Bisnismu di Masa Krisis

Bisnis merupakan sebuah langkah yang tepat dari beberapa langkah yang ada untuk survive di tengah krisis ini. Namun di masa sekarang ini, dalam memulai suatu bisnis akan menghadapi kesulitan yang berbeda dan lebih berat dari masa sebelumnya.

Metode pembangunan bisnis baru tidak bisa disamakan mentah-mentah dengan metode pembangunan bisnis lama pada masa sebelum adanya COVID-19 ini. Sebab perilaku belanja konsumen berubah drastis.

Gerakan ‘di rumah saja’ yang digalakkan oleh pemerintah berakibat pada perilaku berbelanja masyarakat yang meminimalisir kontak fisik langsung, dan memaksimalkan berbelanja dengan sistem daring (online). Bisnis yang tidak berintegrasi dengan sistem online akan lebih sulit bertahan.

Sehingga, dibutuhkan langkah-langkah dan strategi-strategi penting yang tidak bisa dikesampingkan dalam memulai suatu bisnis yang dapat bertahan di masa krisis ini.

1. Temukan dan tentukan market bisnismu

ilustrasi menemukan market (unsplash.com/Dane Deaner)

Sebelum kamu membuat suatu produk, menemukan market adalah hal yang paling utama, lho! Bagaimana bisa kamu menjual produkmu kalau market belum ditemukan? Produk kamu akan lebih sulit terjual.

Menemukan target market bisnis dapat kamu lakukan dengan melakukan riset terlebih dahulu dengan menemukan jawaban dari pertanyaan, “Apa yang dibutuhkan masyarakat?”, dan “Siapa saja yang membutuhkan?”. Lalu temukan peluangnya, ya!

Sebagai contoh kasus: setelah kamu melakukan riset, ternyata masyarakat di sekitar kamu dengan rentang umur 15–30 tahun banyak yang mencari produk kue hias untuk acara penting atau perayaan. Tetapi, toko atau orang yang bisa membuat produk kue tersebut belokasi yang terbilang cukup jauh. Nah, ternyata kebetulan sekali kamu memiliki kemampuan di bidang itu. Sebuah peluang, nih!

Setelah kamu menemukan jawabannya, maka kamu bisa menentukan siapa saja target market dan produk apa yang akan kamu bisniskan. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan produk kamu flop, lho!

Berpikir out of the box juga sangat berguna untuk kamu mencari peluang bisnis. Kreatifitas dalam mencari peluang bisnis semakin membuat produk kamu akan dicari oleh konsumen. Ingat, manfaat peluang dan momentum yang ada, ya!

2. Susun strategi bisnis

ilustrasi menyusun strategi (unsplash.com/Brands People)

Memulai suatu bisnis di masa krisis membutuhkan usaha ekstra dan strategi yang diatur dengan baik sedemikian rupa. Sehingga bisnis dapat bertahan bahkan bisa berkembang di tengah-tengah krisis yang melanda.

Penyusunan strategi bisnis bisa kamu atur terutama dalam mencari konsumen di tengah banyaknya saingan, dan tetap berkembang dan bertahan jika memiliki dana yang tidak begitu besar.

Memulai suatu bisnis berarti harus pintar dalam mengelola keuangan. Perlu dicatat bahwa keuangan bisnis dan keuangan pribadi mesti terpisah supaya tidak akan menyulitkan dalam penyusunan strategi keuangan.

Kemudian, keterbatasan dana yang ada sebaiknya digunakan semaksimal dan seefisien mungkin demi keberlangsungan bisnis kamu. Karena krisis yang disebabkan wabah COVID-19 ini belum dapat diketahui kapan akan berakhir dan membaik kembali.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk kamu memiliki dana darurat untuk bisnismu dengan hitungan memiliki 12 kali dari total biaya operasional perbulannya. Kamu bisa mengumpulkan dengan menyicil perbulan atau perminggunya sembari tetap menjalankan bisnis kamu dengan baik, terstruktur, dan efisien.

Dana darurat ini akan sangat bermanfaat bagi bisnismu jika tiba masanya omset perbulan berkurang, atau terjadi hal-hal darurat dan skenario buruk. Selain itu, perputaran uang dan pengadministrasian bisnismu usahakan tetap mulus dengan banyak melakukan evaluasi setiap bulannya.

Selain menyusun strategi keuangan, strategi pemasaran produk setelah mengetahui market kamu juga sangat penting. Tetaplah lakukan promosi dan pemasaran produk kamu secara terus-menerus, dan usahakan dengan cost yang murah tapi tetap berdampak besar.

Hal di atas akan menghasilkan bisnis dan produk kamu semakin dikenal oleh masyarakat dan akan mendatangkan calon konsumen yang baru. Apalagi kalau kamu melakukan promosi dan pemasaran yang kreatif dan out of the box. Pasti akan berhasil, deh!

3. Manfaatkan platform digital dan tingkatkan awareness

ilustrasi platform digital (unsplash.com/Austin Distel)

Kamu pasti punya beragam akun media sosial, kan? Seperti Facebook, Twitter, Instagram, bahkan LinkedIn yang menjadi media sosialnya para profesional. Selain itu juga pasti kamu mempunyai akun e-commerce dan marketplace yang beragam.

Di era perkembangan cyber yang pesat ini menjadikan segalanya berhubungan dengan internet. Toko atau penyedia jasa melakukan penawaran dan penjualan secara online, baik itu melalui website atau marketplace.

Dalam memperkenalkan produk dan mengembangkan bisnismu secara luas dan global, mulailah dengan menyiapkan website, laman marketplace, dan akun sosial media bisnismu.

Kamu bisa mendesain website bisnis kamu dengan User Interface (UI) yang simpel namun tetap menarik dan mudah dipahami oleh pengunjung website kamu. Kemudian kamu bisa menambahkan segmen blog yang menarik untuk meningkatkan awareness konsumen kamu. Hal ini akan membuat peluang konsumen membeli produk kamu akan semakin besar, lho!

Selain website, kamu dapat menyiapkan laman marketplace dan akun media sosial dari bisnis produk kamu. Karena di zaman sekarang ini berbelanja hanya dengan sekali klik di marketplace, bayar, dan tinggal menunggu barangnya sampai di rumah.

Kemudian, kamu siapkan akun media sosial bisnis produkmu, terutama Instagram, Facebook, dan Whatsapp. Lakukan pendekatan kepada konsumen kamu, dan gaet calon konsumen kamu dengan cara meningkatkan awareness. Buatlah konten yang bermanfaat dan informatif yang dapat meningkatkan awareness terhadap produk yang kamu jual.

Hal di atas bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan fitur story, reels, dan postingan campaign yang menarik dengan caption yang ‘menjual’. Teknik copywriting akan sangat berguna di sini, lho!

Jadi, kenapa kamu tidak memanfaatkannya untuk memperkenalkan dan menjual produk bisnismu secara global? Dimulai dari akun sosial media dulu juga boleh, kok!

4. Bangun relasi dengan pebisnis lainnya

ilustrasi relasi bisnis (unsplash.com/Sebastian Herrmann)

Manusia adalah makhluk sosial, begitu juga dengan pebisnis. Pebisnis yang baik adalah pebisnis yang menjalin hubungan baik serta dapat bekerja sama dengan relasi-relasi bisnisnya.

Kamu sebagai seorang pebisnis, relasi bisnis dapat menjadi teman baik di saat kamu membutuhkan dukungan bisnis produkmu, baik secara material maupun non-material. Kamu pasti tidak mau bekerja sendirian saat sedang keteteran dengan mengatasi masalah di bisnis kamu, kan?

Relasi bisnis juga merupakan salah satu ‘senjata’ kamu dalam mengembangkan bisnismu. Karena relasi bisnismu tersebut pasti memiliki relasi bisnis lain, sehingga tidak menutup kemungkinan relasi bisnismu akan memperkenalkan kamu dan produk bisnismu ke relasinya. Bahkan bisa jadi kamu akan menjalin kerja sama yang baru dengan mereka dan membuat bisnis kamu semakin berkembang, wow!

Hal ini akan terjadi apabila kamu dapat memperlakukan relasi kamu dengan baik, terutama di saat adanya kesepakatan kerja sama yang berakhir menjadi win-win solution. Karena dalam bisnis adalah mencari keuntungan, maka sama-sama untung, sama-sama puas, dan berkembang bersama adalah menjadi tujuan dalam menjalin hubungan kerja sama bisnis. Hubungan simbiosis mutualisme dalam berbisnis adalah hal yang penting dalam mengembangkan bisnis kamu.

Perlu dicatat bahwa relasi bisnis bukan hanya pebisnis lainnya. Karyawan kamu juga merupakan relasi bisnis kamu. Mungkin saja jika tidak ada karyawan, maka bisnis kamu akan terbengkalai dan keteteran. Maka dari itu, jalinlah hubungan baik dengan karyawan kamu agar mau bahu-membahu dalam menjalankan bisnis bersama, ya!

5. Memiliki mindset seorang Entrepreneur

ilustrasi seorang entrepreneur (unsplash.com/Foto Sushi)

Seorang Entrepreneur memiliki sebuah mindset untuk tetap berusaha, berkembang, dan beradaptasi. Tidak peduli sudah gagal berkali-kali pun seorang Entrepreneur tetap berdiri tegak dalam mencapai tujuannya.

Hal itu terjadi karena seorang Entrepreneur tidak hanya memiliki visi besar, namun juga berani mengambil resiko dan tidak pernah berhenti belajar serta pintar mencari peluang yang ada. Mindset dan sikap itulah yang sangat penting dan berguna bagi kamu untuk bisa memulai bisnis di masa krisis.

Kamu pasti akan merasakan gagal dan jatuh dalam berbisnis, itu adalah hal yang lumrah terjadi. Apalagi dengan kondisi krisis seperti sekarang ini, peluang untuk gagal dalam berbisnis jauh lebih besar, lho! Tapi dengan tetap berusaha dengan gigih dan konsisten, hal tersebut tidak akan membuat kamu merasa jatuh.

Kamu akan lahir kembali dengan perkembangan yang lebih tangguh, dan beradaptasi dengan kepercayaan bahwa kegagalan yang kamu alami adalah sebuah pelajaran yang berharga dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis kamu dan kembali menyusun strategi bisnis yang lebih baik lagi.

Akhir Kata

“A journey of a thousand miles begins with a single step” — Lao Tzu

Setiap perjalanan dimulai dari sebuah langkah, setiap kesuksesan dimulai dari sebuah gerakan nyata. Tetap semangat untuk kamu calon pebisnis. Semoga dapat bertahan dan memenangkan pertarungan dengan wabah dan krisis ini, ya!


Postingan ini merupakan sebuah artikel reupload dari Medium.com atas nama diri saya sendiri, Adhe Nugroho dengan link ini. Artikel tes guna sebagai memenuhi persyaratan sebagai Penulis Tersertifikasi yang berhak menyandang gelar Certified Impactful Writer oleh ImpactfulWriting.com.